Sabtu, 10 Juli 2010

aku & Tuhanku

TUHAN tidak pernah memberi apa yang kita inginkan
Tetapi memberi apa yang kita butuhkan

Ketika kita meminta kekuatan maka
TUHAN memberi kita kesulitan
dan itu yang membuat kita kuat

Ketika kita meminta keberanian maka
TUHAN memberi kita rintangan
dan itu yang membuat kita berani

Ketika kita meminta cinta maka
TUHAN memberi kita orang-orang yang kesusahan
yang membutuhkan bantuan kita

Kita takkan mungkin tahu
Bagaimana berjalan dalam terang
Jika kita tak pernah berjalan dalam gelap

Senin, 05 Juli 2010

TEORI BELAJAR

Hakikat belajar sesungguhnya merupakan suatu aktivitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavior change) pada diri individu yang belajar. Perubahan tingkah laku terjadi karena usaha individu yang bersangkutan. Belajar selalu melibatkan tiga hal pokok, yaitu adanya perubahan tingkah laku, sifat perubahan, relatif permanen dan perubahan tersebut disebabkan oleh interaksi dengan lingkungan bukan oleh proses kedewasaan ataupun perubahan-perubahan kondisi fisik yang temporer sifatnya (Kunandar, 2007).

Teori belajar pada umumnya dibagi menjadi 4 golongan, dengan mempelajari teori ini guru dapat memahami dasar proses belajar beserta dalil-dalilnya sehingga guru dapat memanajemen proses belajar mengajar.

1.Teori Pembelajaran J. Piaget
Seorang anak memiliki struktur mental yang jauh berbeda dengan orang dewasa.Harus disadari bahwa mereka bukanlah merupakan orang dewasa dalam ukuran yang kecil, mereka mempunyai cara tersendiri yang unik untuk mengungkapkan kenyataan dan untuk menghayati dunia sekitarnya. Sehingga memerlukan pelayanan tersendiri dalam belajar. Perkembangan mental pada anak melalui tahap-tahap tertentu menurut suatu urutan yang sama bagi semua orang. Walaupun berlangsungnya tahap-tahap perkembangan Itu melalui suatu urutan tertentu, tetapi jangka waktu untuk berlatih dari satu tahap ke tahap yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak. Ada 4 faktor yang mempengaruhi mental anak, yaitu :
a.Kemasakan
b.Pengalaman
c.Interaksi social
d.Equilibration (proses dari ketiga faktor diatas bersama-sama untuk membangun
dan memperbaiki struktur mental).

Piaget berpendapat bahwa proses belajar terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap asimilasi, tahap akomodasi dan equilibrasi/penyeimbangan (Sukmaningadji,S. 2006). Asimilasi adalah proses mendapatkan informasi dan pengalaman baru yang langsung diintegrasikan dan menyatu dengan struktur mental yang sudah dimiliki seseorang. Akomodasi, adalah proses menstrukturkan kembali mental sebagai suatu akibat adanya pengalaman atau adanya informasi baru. Sedangkan penyeimbangan adalah penyesuaian yang berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi.

2.Teori Belajar menurut Bruner
Dalam teori belajarnya Jerome Bruner berpendapat bahwa kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika siswa dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. Dalam hal ini Bruner membedakan menjadi tiga tahap diantaranya (1) tahap informasi, yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru,(2) tahap transformasi, yaitu tahap memahami, mencerna dan menganalisis pengetahuan baru serta ditransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain, dan (3) evaluasi, yaitu untuk mengetahui apaha hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar atau tidak.

Bruner mempermasalahkan seberapa banyak informasi itu diperlukan agar dapat ditransformasikan . Tidak hanya itu saja namun terdapat juga empat tema pendidikan yaitu (1) mengemukakan pentingnya arti struktur pengetahuan, (2) kesiapan (readiness) siswa untuk belajar, (3) nilai intuisi dalam proses pendidikan dengan intuisi, (4) motivasi atau keinginan untuk belajar.siswa, dan guru untuk memotivasinya.dan curu untuk memotivasinya.

Dengan demikian Bruner menegaskan bahwa mata pelajaran apapun dapat diajarkan secara efektif dengan kejujuran intelektual kepada anak, bahkan dalam tahap perkembangan manapun Bruner beranggapan bahwa anak kecil pun akan dapat mengatasi permasalahannya, asalkan dalam kurikulum berisi tema-tema hidup, yang dikonseptualisasikan untuk menjawab pertanyaan.

3.Teori Belajar menurut Ausubel
David Ausubel merupakan salah satu tokoh ahli psikologi kognitif yang berpendapat bahwa keberhasilan belajar siswa sangat ditentukan oleh kebermaknaan bahan ajar yang dipelajari. Hudoyo, H (1990:54) menyatakan bahwa Ausubel menggunakan istilah “pengatur lanjut” (advance organizers) dalam penyajian informasi yang dipelajari peserta didik agar belajar menjadi bermakna. Selanjutnya dikatakan bahwa “pengatur lanjut” itu terdiri dari bahan verbal di satu pihak, sebagian lagi merupakan sesuatu yang sudah diketahui peserta didik di pihak lain.

Dengan demikian kunci keberhasilan belajar terletak pada kebermaknaan bahan ajar yang diterima atau yang dipelajari oleh siswa. Ausubel tidak setuju dengan pendapat bahwa kegiatan belajar penemuan lebih bermakna dari pada kegiatan belajar. Dengan ceramah pun asalkan informasinya bermakna bagi peserta didik, apalagi penyajiannya sistimatis akan diperoleh hasil belajar yang baik pula. Ausubel mengidentifikasikan empat kemungkinan tipe belajar, yaitu
(1) Belajar dengan penemuan yang bermakna,
(2) Belajar dengan ceramah yang bermakna,
(3) Belajar dengan penemuan yang tidak bermakna, dan
(4) Belajar dengan ceramah yang tidak bermakna.

Beliau berpendapat bahwa menghafal berlawanan dengan mermakna, karena belajar dengan menghafal peserta didik tidak dapat mengaitkan informasi yang diperoleh itu dengan pengetahuan yang telah dimilikinya. Dengan demikian bahwa belajar itu akan lebih berhasil jika materi yang dipelajari bermakna.

4.Teori Belajar menurut Robert M. Gagne.
Gagne adalah salah satu penganut aliran psikologi Stimulus-Respon (S-R). Gagne berpendapat bahwa terjadinya belajar seseorang karena dipengaruhi faktor dari luar dan faktor dari dalam diri orang tersebut dimana keduanya saling berinteraksi. (Nasution, 2000:136). Faktor dari luar (eksternal) yaitu stimulus dan lingkungan dalam acara belajar, dan faktor dari dalam (internal) yaitu faktor yang menggambarkan keadaan dan proses kognitif siswa. Keadaan internal menunjukkan pengetahuan dasar (yang berkaitan dengan bahan ajar), sedangkan proses kognitif menunjukkan bagaimana kemampuan siswa mengolah/mencerna bahan ajar. Menurut Gagne ada tiga tahap dalam belajar yaitu
(1)Persiapan untuk belajar dengan melakukan tindakan mengarahkan perhatian,
pengharapan, dan mendapatkan kembali informasi;
(2)Pemerolehan dan unjuk perbuatan (performansi) digunakan untuk persepsi
selektif,sandi semantik, pembangkitan kembali, respon, dan penguatan; dan
(3)Alih belajar yaitu pengisyaratan untuk membangkitkan dan memberlakukan secara
umum (Dimyati dan Mudjiono, 1999:12).

5.Teori Belajar menurut Skinner
Menurut pandangan B. F. Skinner (1958), belajar merupakan suatu proses atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progressif. Pengertian belajar ialah suatu perubahan dalam kemungkinan atau peluang terjadinya respons. Skiner berpendapat bahwa ganjaran merupakan salah satu unsur yang penting dalam proses belajar, hanya istilahnya perlu diganti dengan penguatan. Ganjaran adalah sesuatu yang menggembirakan, sedangkan penguatan adalah sesuatu yang mengakibatkan meningkatkatnya suatu respon tertentu. Penguatan tidak selalu hal yang menggembirakan, tetapi bisa juga sebaliknya. Skiner membedakan adanya dua macam respon, yaitu respondent conditioning dan operant conditioning. Respondent conditioning adalah respon yang diperoleh dari beberapa stimulus yang teridentifikasi, jadi menimbulkan respon yang relatif tetap. Seorang siswa diberi soal sederhana dan siswa dapat menyelesaikannya sendiri. Dengan peristiwa ini siswa merasa yakin atas kemampuannya, sehingga timbul respon mempelajari hal-hal berikutnya yang sesuai atau lanjutan apa yang dapat dia selesaikan tadi. Dalam hal ini (Hudoyo,1990) menyatakan bahwa stimulus berupa masalah itu dapat diibaratkan makanan yang menimbulkan keluarnya air liur. Selanjutnya dikatakan bahwa pada umumnya stimulus yang demikian pada umnumnya mendahului respon yang ditimbulkan. Belajar dengan respondent conditioning ini hanya efektif jika suatu respon timbul karena kehadiran stimulus tertentu.

Teori Skinner sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan, khususnya dalam lapangan metodologi dan teknologi pembelajaran. Program- program inovatif dalam bidang pengajaran sebagian besar disusun berdasarkan teori Skinner (Sudjana dan Rivai, 2003).

6.Teori belajar Thorndike
Teori belajar menurut Skiner hampir sama dengan yang sampaikan Thorndike, hanya istilah ganjaran perlu diganti dengan penguatan, dan penguatan dibedakan menjadi dua yaitu penguatan positip dan penguatan negatif. Berdasarkan teori stimulus-respon, Thorndike menyatakan bahwa cara belajar manusia dan binatang pada dasarnya sama ,karena manusia maupun binatang dasar terjadinya belajar adalah pembentukan asosiasi antara stimulus dan respon.

Menurut Thorndike terjadinya asosiasi stimulus dan respon berdasarkan tiga hukum,yaitu:
(1)Hukum Kesiapan.
Hukum kesiapan ini yang mempunyai tiga ciri:
a.Jika seseorang ingin bertindak dan keinginan ini dilaksanakan, maka dia akan puas dan tidak melakukan tindakan yang lain.
b.Jika seseorang ingin bertidak dan tidak dilaksanakan, maka dia tidak puas dan akan melakukan tindakan yang lain.
c.Jika tidak ingin bertidak dan melakukan tindakan itu, maka dia merasa tidak puas dan akan melakukan tindakan lain.
(2)Hukum Latihan.
Prinsip utama belajar adalah latihan (pengulangan), karena itu jika guru sering memberi latihan (S) dan siswa menjawabnya (R), maka prestasi belajar siswa tentang pelajaran tersebut akan meningkat. Thorndike menyatakan bahwa pengulangan tanpa ganjaran tidak efektif, karena asosiasi S dan R hanya diperkuat jika diiringi ganjaran. Jadi hukum latihan ini mengarah pada banyaknya pengulangan,yang biasa disebut drill.
(3)Hukum Akibat
Hukum ini menunjukkan bahwa jika suatu hubungan dapat dimodifikasi seperti hubungan antara stimulus dengan respon dan hubungan tersebut diikuti oleh peristiwa yang diharapkan maka kekuatan hubungan yang terjadi semakin meningkat. Sebaliknya jika kondisi peristiwa yang tidak sesuai mengikuti hubungan tersebut, kekuatan hubungan yang terjadi makin berkurang.

Sabtu, 03 Juli 2010

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

ABSTRAK

Abdul Walid Sofyan, 2009. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Peta Konsep Pada Kelas VII SMP Negeri 24 Makassar. Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan selama dua siklus, yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran peta konsep. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar sebanyak 32 orang dengan komposisi 8 orang siswa laki-laki dan 24 orang siswa perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas di setiap sintaks dalam pembelajaran peta konsep. Selain itu, untuk hasil belajar ditemukan bahwa pada Siklus I pencapaian kriteria ketuntasan minimal yaitu 67 sebesar 62,50%, dengan frekuensi siswa yang mencapai nilai sangat tinggi yaitu 1 orang dari jumlah siswa sebesar 32 orang siswa, 19 orang siswa termasuk dalam kategori tinggi, 7 orang siswa dalam kategori sedang, 5 orang siswa dalam kategori rendah. Sedangkan untuk Siklus II pencapaian kriteria ketuntasan minimal siswa naik menjadi 87,5% dari indikator keberhasilan 80%, dengan Frekuensi siswa yang memperoleh nilai pada kategori sangat tinggi sebanyak 6 orang siswa, sementara, 24 orang siswa termasuk dalam kategori tinggi, 2 orang dalam kategori sedang, dan tidak ada lagi yang berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif peningkatan hasil belajar biologi siswa dari Siklus I ke Siklus II sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian, maka disimpulkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar. Dalam penerapan pembelajaran peta konsep, disarankan untuk meluangkan waktu yang lebih banyak dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk lebih berkreasi terhadap materi pelajaran yang diberikan. Selain itu, perlu diberikan evaluasi tes kinerja untuk mengetahui kemampuan psikomotorik siswa.

Kata kunci : Peningkatan hasil belajar, peta konsep

about LINTAH

Anatomi Lintah

Secara umum, lintah berbadan leper, mempunyai 34 gelang dan penghisap pada ujungnya.Ukuran biasa adalah 50 mm dan bahkan mencapai 30 cm.Seekor lintah mungkin mengambil waktu antara 15 hingga 30 menit untuk menyedot darah dari badan manusia. Dalam tempo waktu tersebut ia dapat menghisap kira-kira 2.5 sehingga 5.5 gm darah. Kuantiti darah tersebut sudah cukup bagi lintah untuk bertahan selama 6 bulan. Pada air liur lintah terdapat sekurang-kurangnya 15 jenis zat aktif. Di antaranya ialah sejenis zat yang sama seperti yang terkandung di dalam putih telur.
Zat aktif yang terdapat dalam air liur lintah diantaranya Hirudin, Hyaluronidase, Pseudohirudin, Destabilase, Apyrase, Bdellines, Eglines, Kininases, Histamine, Collagenase, Prostanoids, lintah, Proteases, Lipolytic enzymes

Pernafasan

Lintah menyedut oksigen melalui kulitnya yang lembap. Jika keadaan air kurang oksigen, lintah akan muncul ke permukaan.

Habitat

Lintah hidup di kawasan panas, yang terlindung dari cahaya matahari, dan yang kurang pengaruh air berarus. Kedalaman air yang paling sesuai untuk lintah ialah 2 m. Lintah sawah adalah paling aktif pada waktu malam dan ketika cuaca sekitar sejuk dan dingin. Lintah sawah sangat sesuai di dalam kawasan yang berlumpur (kawasan sawah).

Kegunaan lintah

Ekstraknya dijadikan medium utama sebatian kimia dalam perobatan terutamanya pembedahan. Ekstrak lintah ini juga dijadikan campuran di dalam bahan-bahan kosmetik. Protein lintah ini juga boleh dijadikan minyak dan alternatif lain dalam penggunaan obat gosok. Lintah itu sendiri dijadikan obat (berbekam, dijadikan alternatif kedua untuk membersihkan darah kotor, nanah dan mencantikkan kulit yang keriput). Lintah juga menjadikan luka cepat sembuh. Selain itu, perkembangan teknologi telah meluncurkan inovasi pengobatan bagi pasangan suami istri yang memiliki masalah dalam keharmonisan hubungan seksual dengan menggunakan minyak lintah. Minyak lintah telah lama diakui keberadaannya karena telah dipercaya mempunyai khasiat yang luar biasa dalam mengatasi masalah seksual pria. Selain di Indonesia, di Malaysia minyak lintah begitu populer. Karena manfaatnya yang begitu besar serta telah TERBUKTI AMAN,
Ektrak lintah adalah satu bahan yang penting di dalam bidang perobatan. Ini disebabkan oleh kandungan enzim yang terdapat di dalam ekstrak tersebut. Bahah-bahan enzim yang diketahui yang terdapat di dalam lintah ialah hirudin, histamine, pheromone dan nitrat oksida yang masing-masing mempunyai fungsi perubatan yang tertentu. Hirudin adalah bahan pembekuan darah atau anti-collagen yang boleh digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan pembekuan darah. Histamine, pheromone dan nitrat oksida , walaupun mempunyai fungsi tertentu dari segi perobatan, namun penggunaannya lebih ditujukan dengan aktivitas seksual. Histamine sebagai contoh, adalah bahan apabila digunakan mampu mengembangkan pembuluh darah dan memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke bagian-bagian tertentu.thus allows more flow of blood. Apabila lintah menghisap darah dari binatang mamalia, hirudin telah dimasukkan ke dalam saluran darah mamalia tersebut untuk pencairan. Setengah spesis lintah mempunyai hirudin di dalam air liur dan sebagian pula mengandung hirudin di dalan sel-sel badan mereka. Terdapat beberapa cara bagaimana ekstrak lintah dikeluarkan. Di Negara China misalnya, hirudin di keluarakan dari lintah hidup tanpa membunuhnya. Lintah ini kemudian dilepaskan semula ke kolam. Di Eropa hirudin yang dikeluarkan dari lintah jenis hirudo medicinalis, lintah-lintah ini dimatikan kemudian diproses melalui beberapa metode termasuk proses leeches are ketuahr, maesarasi, perkolasi, reflux dan sohxlet.

Kandungan Minyak Lintah Tapa & Minyak Lintah Tapa Ingridients

Nitric Oxide: pada tahun 1998 Hadiah Nobel untuk fisiologi telah dianugerahkan kepada Robert Furchgott, Prof Louis Ignarro dan Ferid Murad yang menemukan hubungan Nitric Oxide (NO) dan seterusnya kegunaannya dalam rumusan Viagra. Dalam satu kajian makmal Universiti Purdue - lintah Hirudo Medicinalis telah dikenalpasti dapat mengeluarkan NO secara alami. sementara satu kajian berasingan NO dikatakan dapat menyelesaikan 90% masalah kegagalan ereksi DE aum lelaki. Faraj dan kelentit wanita yang tersentuh dengan NO juga turut mengalami ransangan seksual dengan saraf yang menghantar pesan gairah senggama kepada wanita tersebut!

Hirudin: satu larutan yang dapat menghalang pembekuan darah.

Histamine: sebagai vasolidator ( pengembang), berfungsi membesarkan liang urat dan vena zakar. Vasodilator:

Hyaluronidase: The main therapeutic benefit of the leech - Hirudo Medicinalis is that it produces a number of diverse salivary secretions that include an anesthetic, anticoagulant (hirudin), local vasodilator (histamine),and an enzyme (hyaluronidase).

Pheromone: di Barat satu botol kecil mengandung Pheromone dijual dengan harga US30 atau RM120 karena dibuktikan secara sains dapat meningkatkan gairah wanita terhadap lelaki yang memakainya. Minyak Lintah Tapa diketahui mengandung pheromone secara alami dan secara otomotik memberi advantage kepada si pemakai apabila ingin memulai senggama dengan pasangannya. Wanita yang tercium pheromone dari anda akan menimbulkan birahi gairah terhadap anda tanpa mengetahui sebabnya.

Reproduksi Lintah

Lintah merupakan hewan hermafrodit dimana dalam satu tubuh terdapat 2 jenis kelamin yaitu jantan dan betina. Kelamin jantan terletak di bagian atas kelamin betina. Walaupun memiliki 2 alat kelamin lintah tidak boleh menggunakan sperma jantan dalam induk yang sama untuk disenyawakan dengan ovul betina dari badan yang sama. Lintah masih memerlukan pasangan untuk saling bertukar sperma.
Lintah akan melekapkan badan dengan pasangan masing-masing untuk melepaskan sperma ke badan pasangan. Dengan kekuasaan Allah inilah yang menyebabkan kedua ekor lintah akan bertelur.

Budidaya Lintah
Lintah adalah pemangsa senyap yang lemah lembut. Biasanya lintah disajikan darah belut untuk membantu proses pertumbuhan. walau bagimanapun, makanan yang berdarah lainnya juga boleh disajikan untuk lintah. Jangan menyajikan lintah dengan makanan yang terlalu banyak. lintah akan memuntahkan darah yang telah disedot apabila terlalu kenyang dan akan membuat air kolam akan menjadi kotor. Air kolam yang mengandungi darah akan menyebabkan kualiti air tercemar. letakkan sedikit saja makanan untuk lintah. sajikan seminggu sekali atau dua kali saja makanannya.

Jumat, 02 Juli 2010

PULANG???

Andai hidup ini hanya sebatas permainan
Bolehlah hidup kita sepenuhnya
Hanyalah eforia bersurbankan fantasi

Andai kehidupan semuanya adalah senda gurau
Tak masalah tiap detik hidup kita
Hanyalah celoteh bernadakan canda tawa

Namun…

Hidup ini dipenuhi ragam warna
Sekali kita gembira
Lain waktu kita bersedih

Hidup juga adalah perjalanan singkat
Menuju satu dari dua pijakan
Kemungkinan kecil adalah surga
Besar peluang adalah neraka

Dalam keheningan berbalut sepi
Ada baiknya kita bertanya pada pekatnya hampa
Sudahkah kita memikirkan kemana kaki melangkah PULANG???